Oleh : [Kiki] Rakhmawati Z
rakhmawati.zaki@gmail.com

Saturday, August 6, 2011

Bentuk Syukur Seorang Difabel

Prolog. Ajining diri ono ning lati. Ajining raga ono ning busana. Kata Ustadz Kirun. Tau artinya ? haha  kutransletin deh... Sebaris kalimat tersebut mengandung arti bahwa gambaran hati kita ada pada bagaimana cara kita berbicara dan pembawaan diri kita ada pada bagaimana cara kita berbusana.  Intinya begitu. Sudah tau kan. Cara kita berbicara adalah salah satu tolok ukur bagaimana orang lain memahami diri kita. Cara kita berbicara dan bagaimana sudut pandang kita dalam membicarakan sesuatu adalah gambaran kepribadian kita yang bisa dinilai secara langsung oleh yang mendengarnya. Terlebih lagi cara berbusana... itu mah sudah jelas ! walopun cara berbusana seseorang terkadang memang tidak jadi patokan untuk menilai seberapa tinggi ilmunya. Yah. Paling tidak taulah itu orang cenderungnya kemana...

Dalam ceramah yang di isi oleh Ustadz Kirun dalam acara ifthor di DPU-DT Jogja bersama masyarakat sekitar. Dikatakan bahwa secantik2nya wanita. Ketika cara berbicaranya kasar dan menyakitkan maka dia tetap tidak akan disukai. Perhatikan saja mereka yang membicarakan sesuatu yang tidak ada faedahnya. Ghibah. Gosip. Bukankah membicarakan orang lain terutama dalam hal kejelekan justru akan mengurangi pahala yang kita tabung dengan susah payah. Tanpa disadari dengan suka rela kita telah mentranfer pahala kita pada orang yang kita bicarakan kejelekannya. Jadi teringat sebuah tausyiyah dari seorang ustadz. Bahwa kelak di hari penghisaban akan ada seseorang di mana ketika di dunia dia melakukan kemaksiatan yang mungkin secara logika dia ‘harusnya’ masuk neraka. Tapi ternyata mahkamah akhirat menyelamatkannya karena timbangan kebaikannya justru lebih berat dari timbangan kamaksiatannya. Bagaimana bisa ? karena pahala kebaikan tersebut adalah pahala2 hasil transferan mereka yang membicarakan kejelekannya. Wallahualam. hanya Allahlah yang Maha Adil dalam hal perhitungan.

Point. Masih membahas tentang tausyiah Ustadz Kirun yang hanya sepenggal2 saja yang kupahami karena dijelaskan dengan bahasa jawa (inggil). Bahwa kita manusia harus pandai bersyukur. Ya. Bersyukur. Beliau mengisahkan seorang anak difabel yang beliau asuh. Beliau mengatakan bahwa sang anak sangat rajin melakukan shalat tahajjud. Padahal secara fisik anak tersebut bisa dikatakan memiliki keterbatasan yang lumayan. Tanpa kaki tanpa tangan. Bahkan untuk berjalan saja dia menggunakan (maaf) pantatnya. Tapi subhanallah... tiap tengah malam dia tak pernah absen bangun. Berwudlu. Dan qiyamullail.

Ustadz pernah bertanya kepada sang anak ‘Le, kamu kok rajin sekali shalat tahajjud ? kamu pingin syurga ya ?’ lalu jawab sang anak ‘ngga Bi, saya cuma ingin bersyukur sama Allah’, sang ustadzpun melanjutkan ‘dengan kondisimu yang seperti ini kamu masih bisa bersyukur Le ? lihatlah orang2 di luar sana yang dianugerahi kesempurnaan, mereka justru menghambur2kan nikmat yang telah Allah berikan’  pancing sang ustadz kepada anaknya ‘tentu saja saya harus bersyukur Bi, karena Allah ciptakan saya  sebagai manusia... bukan yang lain, coba kalo saya dijadikan kerbau sama Allah kaya kerbau punya tetangga. Tiap hari disuruh meladang. Dinaikin sama yang punya. Yang punya makan enak saya dikasih sisa. Badan sudah lelah masih saja disuru bekerja. Gimana saya ngga bersyukur Bi...’ subhanallah...

Teringat akan kesempurnaan yang kumiliki. Kesempurnaan fisik. Kesempurnaan keluarga. Kesempurnaan harta benda. Tapi sejenak bangun di tengah malam saja kadang masya Allah beratnya (warning ! indikasi iman yang sedang terkikis). Membayangkan mereka yang sempurna dengan segala polahnya akupun menjadi (afwan qablaha) ‘benci’ bagaimana bisa mereka bangga dengan kesombongnya...

Begitu mulia cara berfikir sang anak. Membuka mata ini akan sebuah fitrah. Fitrah manusia untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan. Memanfaatkannya untuk hal2 yang lebih mendekatkan diri padaNya. Sebagai bentuk syukur kita akan anugrah yang telah Allah berikan.

Dengan harapan yang begitu besar. Betapa indah ketika banyak manusia memiliki hati seperti sang anak. Betapa dunia akan terang benderang dengan manusia2 seperti dia... semoga Allah berikan petunjuk selalu dan memantapkan hati kita dalam bertindak. Ikhlas hanya demi mengharap ridhaNya. Tanpa melupakan syukur yang tiada pernah kita kira kedatangannya. Tidak hanya lewat kata. Tapi lewat persembahan fisik dengan berdiri di tengah malam buta. Memohon ampun dan memohon petunjuk pada Sang Maha Kuasa.

Sebenarnya ada hak Allah yang hanya bisa ditunaikan di malam hari. Dan ada hak Allah yang juga hanya bisa ditunaikan di siang hari. Dan jika tidak dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan. Maka Allah tidak akan menerimanya.

Pesan seorang sahabat Rasulullah (afwan lupa... Kalo tidak salah Ali Bin Abi Thalib) dan afwan karena mungkin tidak sama persis dengan kata2 aslinya. Tapi pointnya kira2 seperti itu.
_____________
Inspiring Room. Yogyakarta
Sabtu, 6 Ramadhan 1432 H / 6 Agustus 2011
Dalam Semangat Ramadhan H+6 “Keep Istiqomah”

Thursday, August 4, 2011

Eksiskan Diri dengan Buku [Baca : Ideologi]

Tak lama ini seorang sahabat bertanya “bagaimana hukumnya seorang wanita yang ketika mendekati datangnya Ramadhan belum memenuhi hutangnya di Ramadhan sebelumnya. Dan waktu sudah tidak lagi memungkinkan untuk membayarnya?” Hmm... yang kutau. Dalam kondisi seperti itu. Kita diwajibkan untuk membayar fidyah ketika Ramadhan nanti dengan memberikan makan kepada mereka yang tidak mampu sebanyak hari yang telah ditinggalkan atau menggantinya setelah Ramadhan selesai dengan menambahkan hutang pada Ramadhan yang baru saja dilalui. Sembari membuka buku ’Risalah Fiqih Wanita’ yang abah berikan padaku. Kucek kembali siapa perisalah hadist itu. Dan ku kirimkan via messege ke sahabatku. Semoga saja bermanfaat...

Dari sebaris kisah di atas. Point apa yang kau dapatkan ?

Ehm. Kawan. Mengetahui ilmu agama (Islam) pada dasarnya adalah sebuah kewajiban. Tak ada lagi yang namanya tawar-menawar. Bukan lagi ilmu selingan. Bukan lagi ilmu yang dikesampingkan. Tetapi justru ilmu yang menjadi dasar untuk menerapkan ilmu-ilmu lainnya. Tetapi kalo kita perhatikan, kondisi sekarang justru lebih cenderung pada ”sekuler” yaitu tsaqofah yang memisahkan aturan kehidupan dan aturan Tuhan. Ilmu agama hanya menjadi ilmu parsial di antara ilmu2 terapan lainnya. Sehingga ilmu umum justru lebih dominan diminati dibandingkan ilmu agama. Perlu kawan2 ketahui bahwa Islam adalah sebuah ideologi kehidupan. Ideologi... dasar2 kehidupan yang memang harus kita pegang. Agar kita bisa menyelami kehidupan di jalan yang terang. Dan... ketika ideologi tersebut tergerus. Maka jangan salahkan mereka2 yang menjerumuskan. (salah sendiri) Ngga punya ideologi. Hari gini ngga berideologi (ups !)

Islam. Islam bukanlah sekedar agama. Bukan sekedar pelampiasan manusia kepada Tuhannya. Tetapi Islam adalah sebuah ideologi kehidupan. Yang didalamnya terdapat aturan2 yang telah ditentukan. Aturan2 yang dimaksudkan untuk mengelola keseimbangan kehidupan manusia dan alam. Untuk kebaikan kita semua.

Islam. Islam adalah tali buhul yang harus dipegang kuat2. Karena jika kau lepaskan. Kemungkinan besar akan melencenglah perjuangan hidup yang kau lakukan. Jangan sampai kau berjuang keras mati2an hanya untuk mengejar hasil ahir yang menyengsarakan.

“Mereka bekerja keras lagi kepayahan untuk masuk ke dalam neraka” begitu kira2 ayat yang pernah kudengar. Jangan sampai kita terlena akan dunia yang menawarkan berjuta kesenangan. Jangan sampai kita tenggelam dalam indahnya kehidupan yang tak bertujuan. Jangan sampai. Jangan sampai kawan. Sekali lagi. Jangan sampai kau bekerja keras mati2an untuk mendapatkan hasil ahir yang menyengsarakan. Tapi, peganglah kuat2 cahaya Islam yang sudah terang Allah perintahkan.

(tersenyum) kembali teringat masa lalu. Ketika aku menyayangkan rupiah2 yang kubelikan untuk buku2. Hingga ahirnya kusadari. Buku membuka mataku (buku apa dulu nih ?). Dan tidak hanya itu. Buku menjadi investasi kehidupan yang tak akan pernah lekang di makan zaman (asal ngga dimakan rayap aja). Jadi teringat ketika belanja ini itu. Kadang sama sekali tak terpikirkan lebih baik untuk beli buku2 yang mencerahkan dan bisa jadi pegangan ketika dalam kebimbangan. Tidak harus repot tanya kesana kemari (kecuali untuk hal2 yang memang tidak diketahui ya!). Kadang tak terpikirkan lebih baik untuk beli tafsir hadist atau kisah2 inspiratif yang membuka mata spiritual dibandingkan membeli hal2 yang hanya ditujukan untuk memenuhi nafsu (syetan). Ya Allah...

Kerenkan dirimu dengan membaca buku. Sisihkan uangmu untuk membeli hal2 yang sekiranya membawamu pada jalanNya. jalanNya yang insya Allah akan membawamu pada cahaya terang. Cahaya terang kehidupan. Cahaya yang tak akan pernah padam oleh gelapnya zaman. Dan kaupun akan dengan indah menyelami kehidupan dengan disertai ayat2 yang terang. Dan kasih Allahpun akan menghampirimu dengan sendirinya... tinggal kau nikmati saja betapa manisnya ^^  (ehm)

Sayang sekali rupiah2 yang kau gunakan untuk membeli barang2 ‘bermerek’ yang sebenarnya hanya ditujukan untuk kesombongan (wallahualam). Sayang sekali rupiah2 yang kau gunakan untuk mengeksiskan diri dihadapan orang (wallahualam). Sayang sekali rupiah2 yang kau gunakan untuk memenuhi nafsu (syetan). Sayang sekali... tak adakah panggilan hati untuk memanfaatkannya demi mengaharap ridhaNya. Yang akan terbayarkan insya Allah dengan nikmat yang tiada tara kelak di jannahnya.

Teringat gurauan Ustadz (afwan lupa namanya) dari FKG UGM yang berceramah ketika menjelang berbuka puasa H+3 di Masjid Kampus UGM “begitu mudahnya kita dipermainkan oleh ideologi pasar” (ups !) rame ini. kesini... rame itu. kesitu... Jujur saja. Kalimat tersebut begitu mengena dan sarat makna. Ya. Kita sangat mudah terbawa arus pasar (global) yang sebenarnya adalah trik2 yang ditebarkan untuk mengalihkan manusia (terutama muslim) agar terkikis imannya. Agar mereka perlahan pergi dari ideologinya. Ideologi Islam. Ideologi yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan. Ideologi yang sebenarnya adalah identitas keberadaan Islam sebagai rahmat kehidupan. Islam Rahmatan lil'alamin

Pesan yang tak akan pernah kulupakan disetiap tulisan2ku : Istiqomahlah kawan ! berjalanlah kau dimuka bumi dengan menjadikan ayat2 Allah sebagai pertimbangan dalam tindakan. Salam ukhuwah...
________________________
Inspiring Room, Yogyakarta
Kamis, 4 Ramadhan 1432 H / 4 Agustus 2011
Mencoba mengeksiskan diri dengan buku [Baca : Ideologi] menebar cerahnya ajaran Islam

Monday, August 1, 2011

Khalifah 'Free Palestine' !

Apa yang terpikir dalam benak kalian ketika mendengar kata ‘Palestine’ ? mungkin saja akan ada tanya yang terlintas, kapan ya negara itu akan bebas dari penindasan ? dan berpikir ke sana. Mungkin cukup membuat pusing juga. Secara, sudah berapa lama negara tersebut di tindas. Padahal banyak sekali negara di sekelilingnya. Banyak. Sangat banyak. Hitung saja ada berapa negara yang dominan muslim di dunia. Atau negara non-muslim yang katanya mengaku mempunyai jiwa2 kemanusiaan tinggi. Dunia lawan satu negara ngga bisa ? kalo dipikir secara logika. Ngga mungkiiin... Ada banyak konspirasi yang terjadi disana.

Dengan penuh harap... ‘Palestina pasti akan bebas’ kapanpun itu. Hanya Allah yang tau... Janji siapakah yang selalu tertepati selain Allah. Berfikir secara logika. Berhubung kita nggak tau kapan waktu tepatnya. Palestina mungkin (wallahualam) akan bebas ketika kaum muslim bersatu dalam sebuah negara. Ya. Negara islam kawan. Seperti yang pernah didirikan oleh Nabi kita tercinta.

Masih ingatkah kisah ketika Nabi baru mendapat 40 orang pengikut. Ketika mereka mulai menampakkan adanya Islam dengan mengelilingi ka’bah sembari mengucapkan labbaikallah... dengan keterasingan ? Pastinya Nabi dan para sahabat menyadari bahwa akan ada banyak pertentangan. Terlebih lagi menyangkut keyakinan. Bayangkan saja keyakinan nenek moyang yang sudah begitu lamanya terpatri tiba2 tergantikan oleh keyakinan baru. Mungkin orang akan menganggap itu adalah sebuah keasingan. Tapi dengan azam yang kuat yang di anugerahkan Allah kepada kekasihNya dan para sahabatnya. Merekapun berani menampakkan taringnya. Ini adalah agama Allah kawan. Islam. Agama yang memancarkan cahaya terang dalam gegap kejahiliahan.

Yah. Mereka ketika itu masih terasing di Makkah. Ketidakkondusifan Makkah untuk dijadikan sebagai tempat diterapkannya aturan2 Islam membuat Allah menurunkan perintah untuk Hijrah. Hingga pada ahirnya Nabi dan para sahabat hijrah ke Madinah. Dengan anugerah Allah melalui Mus’af bin Umair. Masyarakat Madinahpun dengan senang hati menerima Islam. Allah jadikan Madinah sebagai tempat mulia ditebarkannya nilai2 kebenaran. Dan disanalah. Pertamakali negara Islam didirikan. Langsung berada dalam komando Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalam.

Dengan tasqif yang Rasul terapkan untuk mencetak manusia2 terdepan dalam perjuangan menyerukan Islam. Ahirnya Madinahpun berhasil melakukan pembebasan2. Menyelamatkan negara2 yang dicengkram oleh aturan2 jahiliah. Aturan2 yang menyengsarakan rakyatnya. Aturan2 yang menindas. Dan... kisah2 pembebasan negara2 oleh Islam pada masa kejayaan itulah yang membuatku teringat akan Palestina. Ya... kisah itu membawaku akan sebuah tanya. Mungkinkah Palestina akan bebas ketika negara Islam kembali berjaya ? atau justru sebelum itu dan dalam waktu dekat ini ? wallahualam

Mengingat permintaan tolong seorang muslimah disana yang kulihat dalam sebuah video dokumenter runtuhnya kekhalifahan. Kadang membuatku tergetar. Benar2 sangat miris. Semoga Allah hinakan mereka yang berkosnpirasi untuk meruntuhkan kakhalifahan.  Mendengar rintihannya yang begitu memelas penuh harap “aina antum?” dimanakah kalian... benar2 membuat hati ini menangis. Mereka disana membutuhkan kita. Kita kaum muslimin. Bukankah kita disatukan oleh agama Allah kawan... beruntung sekali kita masih hidup nyaman tentram disini. Dan masih banyak yang bisa kita nikmati. Tanpa adanya suara brondongan peluru disana sini. Bayangkan mereka disana. Bahkan mereka memelihara sendiri saja entah. Sayangnya... distorsi berbagai media membuat masyarakat kebingungan. Mereka yang tidak memahami Islam yang sebenarnya hanya bergantung pada informasi global. Informasi2 yang entah dipertanyakan kebenarannya. Sehingga mereka tidak tau akan kondisi Islam yang sesungguhnya. Terlaknatlah media2 yang menyembunyikan fakta dan realita.

Islamisasi yang semakin dangkal membuat kebanyakan kaum muslim seperti buih saja. Benarlah kata Rasul. Akan ada masa dimana Islam di anut oleh sebagian besar manusia. Tapi mereka bagaikan buih dilautan. Tak ada maknanya. Dan yang menyerukan Allah di masa itu di anggap asing. Tapi beruntunghlah hai kau yang merasa asing. Tetaplah istiqamah di jalanNya. Semoga Allah antarkan kau pada penghujung syurga.

Dan Intervensi negara2 barat yang hingga kini masih sangat kental terasa. Dengan dalih memberikan bantuan, mereka telah berhasil ikut andil dalam menentukan kebijakan2 yang sebenarnya justru menyengsarakan rakyat. Penjajahan secara fisik memang sudah tidak lagi terjadi. Tapi negara2 dunia ketiga masih menjadi objek imperialisme gaya baru yang lebih halus melalui penjajahan politik dan dominasi ekonomi melalui globalisasi.ghazwul fikr. Terlaknatlah pemimpin2 yang menjadi boneka mereka. Pemimpin2 yang tsaqofahnya telah teracuni oleh pemikiran asing ! 

Kepribadian Islam terkikis sudah oleh globalisasi. Dan barat lancar sudah menghancurkan kebudayaan Islam melalui taktik food, fashion dan funn yang mereka tebarkan di bumi. Grrr ! istiqomahlah kawan. Jagalah Allah di masa2 sulit ini. Maka Allahpun akan menjagamu. Dengan kondisi yang seperti ini. Penerapan aturan2 Islampun menjadi terasa asing. Jadi ingat seorang sahabat yang menceritakan kisahnya ketika pergi ke Masjid Gede Kauman. Tertuliskan disana aturan2 masuk masjid yang di antaranya adalah (1) harus menutup aurat; (2) dilarang berduaan; dan (3) menaati aturan. Subhanallah... Teringat juga ketika penjaga parkir di Masjid Kampus menegur dua insan yang sepertinya non-mahram berduaan ‘kalau mau pacaran bukan di masjid tempatnya...’ dan menegur seorang wanita yang masuk Masjid dengan busana mini ‘maaf. Disini kawasan menutup aurat’ subhanallah... ini hanyalah satu contoh dalam Masjid. Bayangkan ketika aturan2 mulia dari Allah tersebut berlaku lebih luas lagi. Indahnya Islam insyallah akan tertampakkan. Bahkan bagi kaum non-Islam sekalipun . Karenanya, dengan pembinaan. Maka masyarakat dengan sendirinya akan memahami hakikat Islam. Dengan sndirinya mereka akan sadar wajibnya menutup aurat. Dengan sendirinya mereka akan menyadari bahwa berpacaran itu tidak diperkenankan. Dan tidak lagi masuk Masjid berduaan dengan yang bukan mahram. Betapa indahnya...


Bukankah Masjid adalah rumah Allah. Pikirlah. Secara itu rumah Allah. Sepantasnyalah bersikap ketika mengunjungi rumah Allah. Kalo lebaran saja berkunjung ke sana sini bajunya bagus banget. Kan biasanya kalo lebaran pada pake yang menutup aurat tuh. Masa masuk rumah Allah pakenya mini yang ‘dalam Islam’ identik dengan ‘jelek banget’.

Memang... Pragmatisme masyarakat yang masih menerapkan Islam secara parsial. Membuat Islam menjadi tak tampak. Membuat kekuatan muslim yang begitu banyaknya tak ada apa2nya. Sekalipun untuk mebebaskan Palestina. Karena untuk membentuk kekuatan itu. Diperlukan manusia2 pilihan yang mau bersatu untuk menerapkan kejayaan Islam kembali. Bukankah Allah menerangkan hal tersebut dalam firmanNya. Laa yastakhlifannahum... huruf kho, lam, fa dalam kalimat tersebut adalah kata dasar dari khalifah. Ya. Allah kelak akan memberikan kekuasaan pada khalifahNya. Pemimpin yang menegakkan kalimat2Nya. Menyerukan kebaikan dan kemungkaran seperti yang diperintahkan oleh Allah ‘Dan hendaklah ada di antara kalian ada segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar’ Yakinlah. Keterpecahan Islam dalam banyak golongan. Tidak lantas membuat kaum muslim menolak kejayaan Islam di kembalikan. Bukan begitu ? Mari bersatu padu... Selamatkan kaum muslim dari virus globalisasi. Selamatkan kami hai khalifah Allah. Dan bebaskanlah Palestina !


Semoga kita diistiqomahkan. Berjalan di jalanNya di masa sulit ini memang mebutuhkan perjuangan besar. Semangat kawan. Salam ukhuwah dan keep istiqomah ^^
______________
Inspiring Room, Yogyakarta
Senin, 1 Ramadhan 1432 H / 1 Agustus 2011
Dalam semangat Ramadhan hari pertama. Bismillah... Mari maksimalkan ibadah untuk capai ridha dan cintaNya di bulan mulia...

Saturday, July 30, 2011

Di Bawah Naungan Cahaya Illahi

Sejenak merenung

AKU.....

Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya susunan tulang yang di balut seonggok daging. Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya oleh zat yang Maha Mencipta. Ruh, dia yang membuatku ada. Membuatku menangis dan tertawa. Tidur dan terjaga. Kadang aku bertanya, seperti apa wujudnya ? Mengapa dia bisa pergi tanpa diduga. Meninggalkan jasad yang kemudian tak bisa berbuat apa-apa.

Tapi aku yakin itu semua ada. Aku ada disini pasti ada sebabnya. Ada yang menciptakanku beserta sekian banyaknya makhluk yang membersamaiku dengan segala keagunganNya. Dan itulah yang mendamparkanku disini. Di tempat yang memberikan jawaban atas semua pertanyaanku. Menyejukkan padang gersang hatiku.

Hidupku adalah milikku. Senang rasanya bisa bernyanyi dengan suara merdu. Padahal siapa pemberi suara itu ? Bagaimana jika Dia mengambilnya karena tidak aku gunakan untuk memujiNya. Bangga rasanya melihat wajah cantik di cermin kamarku. Siapa yang membuatnya begitu ? Bagaimana jika Dia mengubahnya. Bahagianya ketika memiliki rizki yang banyak, bisa beli ini itu, bisa makan enak dan jalan-jalan sesuka hati. Padahal siapakah yang memberikan rizki itu ? Bagaimana jika Dia menariknya dan mengehentikan pemberianNya karena tidak kugunakan di jalanNya. Masih bisakah aku bersuka ria ???

Sebersit kurasa iri ketika temanku bisa menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Sedang aku sibuk menghafal lagu-lagu tak bermakna. Iri saat dia tersenyum tulus menghadapi cobaan. Sedang aku menangis tergugu karena sebuah kegagalan. Iri ketika dia khusyuk dalam sujudnya. Sedang aku tertidur lelap dibuai mimpi. Iri pada semua keluh hidupnya yang selalu dikembalikan hanya pada kekasihnya sedang aku terkadang masih mempertimbangkan untung ruginya. Aku jauh tertinggal. Dunia memang terlalu indah menawarkan pesonanya. Tapi kau harus tau kawan... Jannahlah tempat kembali yang mulia... Karenanya, teruslah berjuang hadapi keindahan dunia yang menghanyutkan.

Segala yang berawal pasti berahir. Ini adalah ketetapan. Seperti pagi yang menggeser malam dan sore menggeser siang. Segala yang bermula akan berkesudahan. Seperti perpisahan di setiap pertemuan, kesedihan ditengah kebahagiaan. Begitulah hidup. Berjalan dalam garis sabda alam. Aku bukan tak tahu siapa Allah. Bukan tak tahu siapa Rasulullah. Hanya saja perlu memaknainya lebih dalam, betapa indahnya Islam... Mencoba memaknai hikmah dalam setiap ketetapan... Ketetapan yang sudah terang Allah ciptakan... 

Bawa aku pada jalan itu Rabbiku. Jalan yang penuh dengan rahmat dan ridhaMu... Bismillahirrahmaanirrahiim... Kuayunkan langkah ini untuk jemput cintaMu. Dimanapun dan kapanpun itu...

- Dibawah Naungan Cahaya Illahi -

Setiap yang kulakukan adalah karena nikmatMu. Setiap hembusan nafasku adalah karena nikmatMu. Apapun yang bisa kulihat adalah karena nikmatMu. Apapun yang bisa kudengar adalah karena nikmatMu. Keberadaan keluargaku yang kusayang adalah karena nikmatMu. Apapun yang kumiliki adalah karena nikmatMu. Entah nikmat apa lagi yang akan Engkau berikan padaku di setiap waktuku….. 

Bagaimana mungkin aku bisa berpaling dariMu…..
______________________
Inspiring Room, Yogyakarta
Sabtu, 30 Juli 2011
Merenung dan menata hati untuk menyambut RamadhanMu

Tuesday, July 26, 2011

‘Dalam Kebimbangan‘

Satu jam lamanya aku menerawang
Mencoba menembus cakrawala penuh bintang
Ya Rabb.....
Apa yang harus kulakukan ?
Hati ini serasa tak tenang
Hati ini serasa ada yang mengganjal
Berikan petunjukMu
Agar hati ini tak lagi mengadu
Berikan air syurgaMu
Agar jiwa ini membasah dan tenang
Berikan cintaMu
Agar hati ini istiqomah di jalan yang terang
...di antara berjuta nikmat dunia yang menggelapkan

Aku yakin akan kebaikan takdir yang telah Kau tentukan

---------------
IRFAN MAKKI
When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He always close to you
He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him
You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

I believe... I believe...
Do you believe, oh do you believe?

MAHER ZAIN
Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings
You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day


If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through
I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

Irfan Makki Feat Maher Zain “I Believe”
---------------
Inspiring Room, Yogyakarta
Selasa, 26 Juli 2011

Saturday, July 23, 2011

Start a New life

Start a new life... Start a new life everytime...

Dan beruntunglah dia yang selalu memperbaharui semangatnya di setiap waktu, menjaga niatnya dalam setiap kebaikan dan menemukan Allah dalam setiap langkahnya...

Kembali kutuliskan kata-kata ini dalam artikel yang akan kutuliskan. Sungguh sangat memotivasi... New family. Berharap kutemukan jalan baru... Di setiap waktu... Jalan baru yang kan selalu membawaku pada ridha Allah.

Ramadhan. Sebentar lagi kau datang. Lalu apa yang harus kupersiapkan ? aku adalah mahasiswa tingkat ahir yang hanya menyibukkan diri dengan penelitian dan kegiatan-kegiatan yang tidak lagi seintens dan semanfaat dulu. Dulu... Ketika aku masih bisa berkiprah di BEM. Dulu... Ketika aku masih berkiprah di Organisasi Kerohanian. Dulu... Ketika aku masih berkiprah di Lembaga Penelitian. Dulu... Ketika aku masih berkiprah disana. Dulu... Ketika aku masih berkiprah disini... Sayang sekali dulu hanya beberapa yang ku maksimalkan kesempatan itu (sedih.com) sampai sebagian ada yang mengatakan ‘ternyata pernah disini to? ternyata pernah disana to?’ (efek setengah perjalanan) tentu saja itu tidak terulang di masa-masa selanjutnya. Ketika aku sudah tau rasanya penyesalan. Yang teramat dalam. Lebay ya hhh. Umurku cuma sesaat kawan. Bukan hanya aku saja. Kau juga. Karenanya... Maksimalkan selagi bisa... Maksimalkan selagi muda... Jangan sampai penyesalan itu ada. Karena hanya sakit yang akan kau dapatkan. Pasti rasanya ingin kau putar kembali waktu-waktu itu. Waktu-waktu yang seharusnya bisa kau gunakan untuk menambah debit pahalamu...

Sampai ahirnya akupun kesana kemari mengikuti berbagai kegiatan positif yang bisa kuikuti. Tempat dimana aku bisa mebgabdi dan mengembangkan diri. Dan berusaha selalu memulai kehidupan baru kembali... Hingga ahirnya. Akupun menemukan diriku...

Ada sebuah kisah lucu. Ketika itu aku mendaftarkan diri menjadi relawan DPU DT. Lembaga amil zakat nasional milik Aa Gymnastiar. Ketika undangan rapat pembentukan kepanitiaan ramadhan dilakukan. Akupun mendatangi lokasi dengan cepat tepat kilat. Bismillah... Sesampainya di sana. Akupun dikagetkan dengan kondisi ruang yang masih ksosong momplong. Hanya ada seorang ikhwan yang sedang memasang doubletrip pada selebaran-selebaran yang sepertinya akan disebarluaskan. Di ruang lain kulihat segerombolan ikhwan yang sedang mendapat ‘ceramah’ dari seseorang. Batinku. Mana akhwatnya ? dan... Rapatnya ?

Sampai ahirnya “rapat kita mulai sekarang” heh ? tak ada lebih dari 11 orang yang hadir dan membentuk sebuah lingkaran disana. Hanya terdiri dari 3 akhwat dan sisanya bisa ditebak. Rapatpun dimulai dengan penjelasan mengenai rencana kegiatan penyaluran dana ZIS ramadhan DPU DT Jogja. Kepanitiaan inti diputuskan pada kepala-kepala yang hadir hari itu. Siapa yang mau jadi ketua ? tanya pak Amri. Salah seorang pengurus DPU DT jogja. Seorang ikhwan yang sebelumnya menemaniku berbincang bersama ikhwan yang masang-masang doubletrip sembari menunggu dilaksanakannya rapat menunjukku dengan penuh keyakinan. Heh ? saya belum mampu memenuhi amanah itu. Saya orang baru. Jawabku lekas. Apakah saya ada tampang pemimpin. Kalo kebanyakan orang menilai tampangku sebagai perempuan kalem (kalempit-lempit). Tapi kuakui. Aku memang pendiam dan tidak banyak bicara.

Sebelumnya aku memang sempat diminta untuk membantu acara buber seribu anak yatim tahun lalu kerjasama DPU DT dan Jamaah Sallahhudin persis seperti acara yang akan di adakan ramadhan nanti. Tetapi ketika itu posisiku sebagai panitia ramadhan kampus (RDK). Bukan relawan DPU DT. Sayang sekali... semuanya sirna. Karena aku harus standby mempersiapkan parchel untuk ustadz pengisi ceramah menjelang buka, absensi jamaah dan kotak amal (membantu pengurus KABUMA-Kajian Buka Bersama Ramadhan yang entah pengurusnya pada kemana... Tugas sampingan seorang HUMAS. Aneh sekali!). Maafkan aku ya Allah... Hampir saja kuterima amanah itu. Kupikir lebih baik kesempatan itu diberikan kepada ikhwan saja.

Bismillah... Dan semoga acara ramadhan nanti bisa berjalan dengan lancar. Kuhubungi teman di JS untuk membantuku mencari link kesana kemari. Dan akupun berkali menyemangati PJ kegiatan (yang ternyata adalah ikhwan yang tadi masang-masang doubletrip!) dan teman-teman relawan lain yang sudah mulai disibukkan dengan masing-masing tanggung jawabnya. Bismillah... Dengan jadwal kegiatan yang begitu padat. Aku terpikirkan akan janjiku untuk ikut berkiprah membantu di Masjid Deresan. Afwan... Dan akupun terpikirkan akan rencanaku untuk berikprah disana disini. Sekali lagi afwan... Afwan jiddan... Semoga kita bisa memaksimalkan ramadhan dengan full barakah. Memanfaatkan setiap waktu dan setiap detik kehidupan untuk meraih pahala. Menambah debit tabungan di ahirat sana. Bismillah... Semangat kawan. Semangat ! Selamat berjuang... Meraih kemenangan...

______________________________________

Every step i take, every move i make
Every single day, everytime i pray
I’ll be miss... You
Thinking of the day, when You went away
What a life to take, what a bond to break
I’ll be miss... You

Miss You big...
_______________________________________
Inspiring Room, Yogyakarta
Sabtu, 23 Juli 2011
Dalam semangat !

Perjalanan ‘Cinta’ Seorang Pejuang

Ada sebuah kisah kawan. Ini adalah kisah tentang perjalanan ‘cinta’ seorang pejuang... sebut saja dia Muhammad Fatih (bukan nama asli.red). Dia adalah kakakku tercinta (semoga saja dia nggak marah aku nulis ini... afwan kakak sayang. semoga saja tulisan ini bisa menjadi inspirasi seseorang yang sedang dalam kegalauan). sebuah kisah yang sangat menginspirasi. Bagi saya pribadi.

Ketika itu dia masih SMA. Selisih umur kami hanya terpaut 3 tahun sehingga kami sering bertengkar (walaupun hanya sejenak-sejenak saja). Tapi kami tau bahwa kami saling sayang. Hingga ahirnya... dia berubah kaku... aku ingat waktu itu. Di motor kesayangannya terdapat stiker bertuliskan “selain ikhwan dilarang nebeng.” Ideologinya mulai tertampakkan. Semua itu bermula ketika dia tidak di terima masuk universitas yang dia inginkan. Waktu itu tahun 2003. Dan aku masih duduk di kelas 3 bangku SLTP. Sebenarnya dia sudah diterima di sebuah universitas terkemuka. Tetapi tidak dia ambil karena dia memang mengejar universitas impiannya.

Pasca kelulusannya dari SMA. Dia memutuskan untuk nyantri di sebuah ponpes di kabupaten sebrang. Setahun di sana. Banyak sekali hal yang telah berubah darinya. Ketika itu jujur saja aku kecewa. Karena kami benar-benar menjadi lebih sering bertengkar. Dia jadi sok nglarang. Yang sebelumnya di anggap biasa saja tiba-tiba dia anggap luar biasa. Jangan pake clana ! pake bajunya yang longgar ! dan hal-hal lain yang pada masa itu masih membuatku kebingungan. Sampai ahirnya akupun menyadarinya... Jazakallah khairan katsir kakak sayang...

Heheh ! capcus saja sama yang mau aku ceritakan. Ok. Kakakku telah menjadi seorang ikhwan. Tentu saja orang dia laki-laki :| semua laki-laki kan sebutannya ikhwan. Oh ternyata berbeda menurut pandangan orang-orang kampus. Menurut mereka ikhwan adalah laki-laki yang hatinya terpaut pada masjid. Anak berclana congklang. Nah kalo akhwat adalah mereka yang berbaju longgar. Berkerudung lebar. Kaya baja hitam (memang kaya baja hitam ya ?!). Dan perubahan yang terjadi padanya pasca keluarnya dia dari ponpes itu semakin didukung kiprahnya yang cukup gemilang di universitas impiannya. Sampai ahirnya dia di amanahi menjadi ketua BEM di fakultasnya. 

Moment yang tidak akan pernah kulupakan ketika main ke kota tempat kakak kuliah adalah ketika aku dikenalkan pada teman-teman akhwatnya “oh ini to adeknya pak presiden” ! “how famou is he?”  ketika wisudapun dia berhasil membanggakan abah kami tercinta. Menjadi wakil mahasiswa angkatannya untuk memberi sambutan ketika upacara wisuda walopun nilai akademisnya (menurutku) jauh dari angka sempurna. Kini kakakku tercinta telah menjadi seorang suami dari seorang akhwat cantik (insya Allah begitu juga dengan hatinya).

Lucu sekali ketika lamaran, kami datang sekeluarga dengan didampingi sahabat kakak. Lalu tiba-tiba saja sahabat kakak bilang ”kayaknya saya tau mau ke tempat siapa?” dan semua orang di dalam mobilpun tertawa. Tentu saja... menertawakan betapa hebatnya kakakku menyimpan hal tersebut dari sahabat karibnya. Bahkan sampai waktu lamaran tiba. Subhanallah... lucu lagi pas ta’aruf dan ngobrol sama Abah. Mamah dan Adek. Rame... !

Satu hal yang benar-benar membuatku terinspirasi... Aku pernah menanyakan ”kok bisa si kakak menyimpannya (perasaan dan proses ta'aruf) ? Dan ngga cerita ke siapa-siapa... bahkan mas ilham saja ndak tau” (mas ilham adalah sahabat karib kakak yang di ajak pas lamaran. bukan nama asli.red). Lalu apa jawabnya “bisa dong... tentu saja cuma kakak dan Allah yang boleh tau ” subhanallah... Akup jadi malu... (dalam hati... Ah ngga mungkin! Paling dia cerita ke Murabbinya)

Berbekal menjadi seorang pegawai negri di sebuah badan pemerintahan yang bergerak di bidang statistik selama hampir setengah tahun sejak Januari 2011 silam. Sambil melanjutkan S2-nya di salah satu perguruan tinggi ternama di Bogor yang sudah dia jalankan selama 3 semester. Dan dengan tekadnya untuk menikah maksimal umur 25 yang telah lama dia persiapkan. Diapun memberanikan diri untuk melamar seorang akhwat dan ahirnya merekapun menikah (padahal gajinya dari sejak di angkat belum turun!). Sampai Abah bilang “Kakakmu dek, belum bergaji aja sudah berani nglamar” haha. Dan akupun hanya bisa mengejek-ngejek. Rame.

Kini kakakku telah menjadi seorang suami. Dan aku sungguh bersyukur ahirnya perjuangan pencarian ’cinta’nya berahir bahagia. Semoga saja mereka menjadi keluarga Sakinah. Mawadah. Warahmah (doa umum untuk yang baru nikah!) dan berkah. Tambah lagi deh... semoga kelak menjadi orangtua yang menelurkan pejuang-pejuang baru Islam. Yang akan melanjutkan perjuangan untuk melepaskan Islam dari cengkraman pemimpin-pemimpin dhalim. Amin !

Untukmu kawan ! jagalah hatimu... jagalah perasaanmu... jangan sampai hatimu ternodai oleh perasaan-perasaan yang tidak menentu. Yang tidak seharusnya. Walaupun terkadang Allah menganugerahkannya pada kita ^^ Semoga dengan keistiqomahan kita dalam menjaga hijab ’cinta’ Allah akan antarkan kita pada jalan bahagia... kebahagiaan yang insya Allah kita akan menikmatinya...

Check this one Kekasih Gelapku semoga menginspirasi jalan juangmu ^^

Inspiring Room, Yogyakarta
Sabtu, 23 Juli 2011
Mencoba bertahan dalam keistiqomahan